Home » tinju mike tyson

Category Archives: tinju mike tyson

AKHIR MEMILUKAN MIKE TYSON “SI LEHER BETON”

AKHIR MEMILUKAN MIKE TYSON “SI LEHER BETON”

KOMPAS, RABU 15 JUNI 2005

TAHUKAH Anda perbedaan kondisi Mike Tyson saat bertanding melawan Kevin McBride, Sabtu kemarin, dibandingkan dengan 20 tahun lalu? Ya, Mike Tyson memang tidak lagi petinju menakutkan. Dia sudah berubah menjadi keledai tua yang tersudut di batang pohon dari kejaran serigala lapar. Tidak ada lagi auman yang membuat sendi-sendi tubuh lawannya bergetar. Tyson sudah menjadi petinju jompo yang menyedihkan.

Tyson lahir 30 Juni 1966 di kawasan kumuh Brooklyn, New York. Lahir dari keluarga berantakan dan tanpa pendidikan memadai membuat Tyson tumbuh menjadi anak jalanan.

Di lingkungannya hampir tidak ada orang yang tidak mengenal berandal kecil itu. Berurusan dengan petugas hukum selalu dijalaninya. Berkelahi adalah menu sehari-harinya.

Di usia remaja 13 tahun kenakalannya sudah menjurus kepada kejahatan. Hal itulah yang membuat lembaga pemberdayaan anak nakal di New York membawa Tyson kepada pelatih tinju Cus D’Amato. Di tangan Cus, keliaran Tyson sedikit demi sedikit diubah ke arah positif.

Enam tahun dilatih D’Amato, Tyson langsung menjatuhkan Hector Mercedes pada ronde pertama dalam debutnya di ring profesional.

Setahun setelah itu Tyson yang masih berusia 20 tahun ditasbihkan menjadi juara dunia termuda dalam sejarah tinju kelas berat. Dia merebut gelar WBC dengan menganvaskan Trevor Berbick pada ronde kedua.

Mulai saat itu pula karier Tyson meroket pesat dan kehidupannya berubah 180 derajat. “Gelandangan jalanan” itu tiba-tiba berubah menjadi raja.

Kerajaannya semakin meluas cepat ketika dia mampu menyatukan seluruh mahkota tinju kelas paling bergengsi.

Tahun 1987 dia menjatuhkan James “Bonecrusher” Smith untuk meraih gelar WBA. Disusul merobohkan Tony Tucker untuk gelar WBA, WBC, dan IBF. Tyson menjadi juara dunia sejati di usia 21 tahun.

Tahun 1988 Tyson menikah dengan artis Robin Given. Perkawinan tersebut diyakini sebagai upaya Given mencari popularitas semata. Dalam sebuah wawancara televisi, Given mengatakan Tyson adalah seorang manic-depressive dan sesungguhnya dia takut kepada suaminya itu. Manic-depressive adalah sebuah gejala gangguan mental yang membuat penderita sedih, murung, menangis, lesu, pesimis, makan dan tidur terganggu, ingin menyendiri, bahkan ingin mati.

Di puncak ketenarannya Tyson mulai menuai badai. Tahun 1988 Tyson terlibat perkelahian dengan petinju Mitch Green di sebuah bar di Harlem yang mengakibatkan rahang Mitch patah.

Perkawinan Tyson dengan Given, seperti diyakini banyak orang, akhirnya berakhir pada 14 Februari 1999. Selama dua tahun sejak menjadi juara dunia sejati Tyson lebih banyak berfoya-foya. Seluruh orang yang dekat dengannya kecipratan.

Tyson tidak pernah disadarkan bahwa tinju adalah olahraga keras yang membutuhkan latihan kontinu. Naluri untuk membunuh lawan tidak akan diperoleh tanpa latihan keras. Tyson mabuk di atas melimpahnya harta yang tidak pernah dibayangkannya sejak kecil.

Di tahun 1990 insan tinju dunia terperanjat ketika Tyson yang disebut-sebut tidak akan mampu dijatuhkan terkapar di atas ring tinju. Tyson kalah KO atas James “Buster” Douglas pada ronde ke-10 dalam sebuah pertandingan di Jepang.

Kekalahan itu membuat Tyson lebih depresi. Sayangnya tidak ada lagi sosok Cus D’Amato yang mampu melunakkan hati dan meluruskan jalannya. Lingkungan Tyson bahkan menjerumuskannya ke jurang.

Pada 1992 Tyson dihukum penjara selama 10 tahun karena kasus pemerkosaan. Namun, setelah tiga tahun menjalani hukuman, Tyson dibebaskan.

Pada permulaan come backnya, dunia tinju kembali terperangah melihat Tyson yang mampu meng-KO Peter McNeeley dalam tempo 89 detik.

Tahun 1996 Tyson kembali menang melawan petinju Inggris Frank Bruno untuk menjadi juara dunia WBCdan menjatuhkan Bruce Seldon untuk merebut gelar WBA.

Namun, Tyson menolak bertarung melawan Lennox Lewis dan mencampakkan sabuk WBC. Tyson memilih Evander Holyfield, yang ternyata membuatnya jatuh di ronde ke-11.

Tyson menikahi Monica Turner 1997. Namun, perkawinan itu juga semu dan tidak berdasar pada landasan yang kokoh.

Insiden gigit kuping karena frustasi menghadapi Holyfield dalam perjumpaan kedua nyaris mengubur kariernya lebih cepat. Komisi Atletik Nevada langsung mencabut izin bertandingnya serta menjatuhkan denda 3 juta dollar AS.

Gaya hidupnya yang urakan tidak juga berubah. Padahal, pemasukkannya semakin seret. Tahun 1998 dia menggugat Promotor Don King sebesar 100 juta dollar AS karena tuduhan penggelapan uangnya.

Tyson harus pula menjalani hukuman sosial di Penjara Maryland karena menganiaya pengendara sepeda motor. Setelah itu dia kembali bertanding dengan Orlin Norris, tetapi dinyatakan no contest akibat memukul lawan setelah bel berdendang. Uang yang seharusnya di tangan akhirnya melayang.

Tahun 2000 Tyson didenda 187.500 dollar AS oleh Badan Pengawas Tinju Inggris karena kelakukan buruknya.

Tyson kembali bercerai dengan istrinya Monica Turner pada tahun 2002. Di tahun itu keuangannya tidak semakin membaik walaupun menerima bayaran besar melawan petinju Inggris Lenox Lewis.

Tahun 2003 adalah kemenangan terakhirnya di atas ring tinju atas Clifford Etienne. Namun, dia kembali ditahan karena cekcok dengan dua pemuda di sebuah hotel di Brooklyn.

Tahun 2003 adalah keruntuhan terakhir sisa-sisa kerajaan Mike Tyson. Dia menyatakan bangkrut dan mengklaim kehilangan uang 300 juta dollar AS secara sia-sia karena nasihat buruk pengacaranya.

Tahun 2004 Tyson kalah KO di ronde ke-4 dari petinju Inggris tidak terkenal, Danny William. Terakhir, Juni 2005, Tyson menyatakan pensiun setelah kalah dari Kevin Mcbride.

Kini tidak ada lagi kebanggaan yang dapat diandalkan Mike Tyson. Yang ada tinggal sejarah, untuk diceritakan kepada anak cucunya kelak.

“Dahulu, Bapak (Kakek) adalah petinju yang paling ditakuti sejagat ini.”

(REUTER/AFP/SYAHNAN RANGKUTI)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.