Home » grup makin » Bisnis-bisnis Lain Keluarga GG (3)

Bisnis-bisnis Lain Keluarga GG (3)

Bisnis-bisnis Lain Keluarga GG
Kamis, 24 Mei 2007
Oleh : Eva Martha Rahayu

Sumber:
http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=6008&pageNum=3

Lalu, awal 2005 Susilo dengan Grup Makinnya mulai merambah ke perkebunan kelapa sawit di Jambi. Ia siap membenamkan dana Rp 2,28 triliun untuk mengelola perkebunan seluas 74 ribu hektare di empat kabupaten di Jambi selama 2005-08. Total jenderal, ia memiliki 28 perusahaan pribadi. Padahal, anak-anak Surya yang lain rata-rata hanya memiliki 10 perusahaan.

Katakanlah, Sumarto Wonowidjojo hanya mempunyai 6 perusahaan: tiga perusahaan menggeluti investasi dan perdagangan (PT Citramahardhika Usaha, PT Suryamitra Mandiri, PT Titian Sarana Niaga), satu perusahaan pengangkutan (PT Trans Manggala Inti Persada), dan dua perusahaan jasa (PT Media Lintas Komunikatama, PT Nugraha Sarana Aneka Tirta Alam Raya).

Sigid Wonowidjojo tak mau ketinggalan. Awalnya, ia berinvestasi di PT BPR Surya Danakarya, lalu mendirikan PT Suryamega Margajaya (investasi & perdagangan), PT Adimega Multiusaha (properti/berkongsi dengan Sumarto) dan Lakta Utama (holding company).

Sementara itu, Rachman Halim (anak sulung Surya) menggantikan posisi kepemilikan keluarga GG di PT Perkebunan Lidjen. Ia sepenuhnya tercatat sebagai pemilik perkebunan tersebut. Sementara itu, dua putri Surya (Juni Setiawati Wonowidjojo & Wurniati Wonowidjojo) masing-masing memiliki PT Tiara Mas Kumala dan PT Gandum.

Dari keempat putra Surya, tampak Rachman paling sedikit menggengam bisnis pribadi (hanya satu perusahaan). Mengapa? Go Siang Chen, yang juga pengamat bisnis dari Surabaya, berusaha menebak. “Dugaan saya, Ing Hwie (Surya) yang tiap hari bersama anak-anaknya tahu persis karakter tiap anak. Yang suka mengutak atik hal baru, diberi kepercayaan mengembangkan usaha. Berbeda dari To Hing (Rachman Halim) yang memiliki kepiawaian dalam manajemen, maka diberi jabatan Presiden Direktur GG,” ujar Go.

Reportase: Tutut Handayani, Suhariyanto (Surabaya)/Riset:Siti Sumariyati (swa)

%d bloggers like this: