Home » demam berdarah » Nyamuk Rekayasa Genetika untuk Lawan Demam Berdarah

Nyamuk Rekayasa Genetika untuk Lawan Demam Berdarah

Nyamuk Rekayasa Genetika untuk Lawan Demam Berdarah
Jumat, 15 Oktober 2010 | 00:33 WIB

Sumber:
http://www.surya.co.id/2010/10/15/nyamuk-rekayasa-genetika-untuk-lawan-demam-berdarah.html

PUTRAJAYA | SURYA Online – Malaysia bakal menjadi negara pertama di Asia yang menggunakan nyamuk hasil rekayasa genetika untuk memerangi wabah demam berdarah.

Dalam program ini akan dilepaskan nyamuk-nyamuk jantan yang telah mengalami rekayasa genetika ke alam bebas. Nyamuk-nyamuk jantan itu diharapkan akan mengawini nyamuk betina dan menghasilkan keturunan yang berumur lebih pendek. Dengan begitu sekaligus memangkas populasi nyamuk.

Para ilmuwan Malaysia mengatakan, hasil uji di laboratorium membuat mereka optimistis. “Ini proyek percobaan dan diharapkan berjalan baik,” kata PM Malaysia Najib Razak di sela sebuah konferensi yang digelar Organisasi Kesehatan Dunia awal pekan ini di Malaysia.

Demam berdarah disebarkan nyamum Aedes aegypti yang banyak ditemukan di Asia dan Amerika Latin. Upaya masyarakat Malaysia untuk menjaga kebersihan dan mengenyahkan genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk itu gagal. “Jadi cara inovatif harus dilakukan untuk memerangi demam berdarah,” kata Najib.

Menurut data Kementerian Kesehatan setempat, di Malaysia, angka kematian akibat demam berdarah antara Januari – Oktober 2010 mencapai 117 orang, naik 65 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kasus demam berdarah naik 17 persen dari tahun lalu menjadi di atas 37.000 kasus.

Lim Chua Leng, seorang pejabat di Kementerian Kesehatan mengatakan, pihaknya akan melepaskan antara 2.000 – 3.000 ekor nyamuk jantan hasil rekayasa genetika. Bila jadi dilaksanakan setelah mendapat persetujuan kabinet, maka ini merupakan program pertama di Asia untuk memberantas demam berdarah.

Direktur Regional WHO, Shin Young-soo menyambut baik upaya Malaysia itu. Namun ia memperingatkan, pemerintah Malaysia juga harus mengantisipasi kemungkinan ekses yang muncul akibat pelepasan spesies baru di alam bebas. Menurut sejumlah pemerhati lingkungan, pelepasan nyamuk hasil rekayasa itu bisa menimbulkan akibat yang tak terduga.

%d bloggers like this: