Home » china yang mengagumkan » Cina yang Mengesankan

Cina yang Mengesankan

29/04/2011 07:21
Setelah era Janda Mao, maka Deng Xioping menjadi penguasa tunggal di Cina. Di pertengahan tahun 70-an Cina berada dipersimpangan jalan soal paham komunis. Pada tahun 1978, depan kongres Partai Komunis Cina, Deng seorang pemimpin Cina yang memiliki visi kedepan memperkenalkan Gaige Kaifang atau (reformasi dan keterbukaan) di empat bidang: Pertanian, Industri, Teknologi dan Pertahanan. Sejak itu China terbuka dari dunia luar dan mengakhiri era negeri tirai bambu.

Setelah hampir 33 tahun, Cina menjelma menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru, bahkan IMF pernah memperkirakan Cina akan menyumbang dua perrtiga pertumbunan ekonomi global di tahun 2008-2010. Ini ternyata terbukti di akhir awal 2010 lalu China sudah menjadi negara pengekspor terbesar mengalahkan Amerika, Jepang dan Jerman.

Sepanjang tahun 2009 Cina mengekspor 1,2 triliun Dolar AS keberbagai negara. Secara kasat mata ini bisa dilihat dimanapun, misalnya kaos made in Cina akan ditemui banyak negara mulai dari Australia hingga ke Eropa barat. Produk-produk Cina dapat dengan mudah diperoleh di Indonesia, mulai dari pakaian, handphone hingga mainan anak. Semua produk ini lebih murah dibandingkan dengan produk dalam negeri.

Secara militer, Cina juga membangun kekuatannya secara mengagumkan. Salah satunya saja awal tahun 2011 beredar foto di internet sebuah pesawat tempur yang diduga merupakan pesawat “siluman” milik negara tirai bambu ini. Pesawat siluman ini diperkirakan J-20 fighter yang sedang dikembangkan secara rahasia oleh militer Cina.Meski sumber foto itu tidak disebut tapi sebuah situs penerbangan menyebutkan foto itu diambil diluar pagar landasan pesawat yang berada di Institut Rancang Pesawat Chengdu, yang terletak di bagian barat daya Cina.

Anggaran militer Chinapun tahun 2011 ini meningkat 12,7 persen dibandingkan tahun 2010 menjadi 601,1 miliar yuan (91,7 miliar dolar AS). Sebagai perbandingan anggara militer Indonesia di tahun 2011 sekitar 60 hingga 75 triliun.

Pertanian Cina juga memasuki era besar saat ini jumlah bahan makanan, kapas, biji bahan minyak, daun tembakau, daging, telur, dan sayur-sayuran menduduki tempat teratas di dunia. Kebijakan yang paling utama setelah reformasi 1978 ialah pelaksanaan Sistem tanggungjawab kontrak keluarga yang dikaitkan dengan hasil produksi, dengan prasyarat alat-alat produksi, misalnya tanah dimiliki oleh kolektif, keluarga petani mengkontrak tanah untuk pengelolaan, pengkontrak mengikuti peraturan kontrak, kecuali membayar pajak kepada negara dan membayar suatu persentase tertentu kepada kolektif, semua produksi dan pendapatan lainnya dimiliki oleh pengkontrak sendiri.

Teknologi canggih Cina memang belum menyamai Amerika, Jepang atau Jerman, tapi apapun yang dibuat oleh mereka, Cina mampu membuatnya dengan harga yang jauh lebih murah. Lihat saja misalnya dalam teknologi telpon gengam. Salah satu temuan teknologi yang futuristik adalah armada bus yang bisa “mengangkang” Dalam upaya penyelamatan lingkungan, go green dan mengurangi kemacetan tanpa harus menggusur bangunan untuk melebarkan jalan. Perusahaan Shenzhen Huashi Future Parking Equipment sedang mengembangkan 3D Express Coach, bus cepat tiga dimensi. Inovasi ini memungkinkan mobil-mobil dengan ketinggian maksimal 2 meter dapat melewati kolong bus, ketika kendaraan itu berjalan.

Untuk urusan politik memang Cina tidak melakukan reformasi. Reformasi ini pernah di lakukan oleh kelompok reformis all out pimpinan (sekjen PKC) waktu itu Zhao Ziyang di tahun 1989, tetapi memperoleh tentangan dari reformis yang hati-hati yang dipimpin oleh PM Li Peng.

Akibat perseteruan ini terjadilan tragedi di lapangan Tiananmen yang dianggap sebagai bukti tidak adanya reformasi di Cina. Tapi untuk urusan korupsi China cukup maju. Mantan PM China, Zhu Rongji pernah menyatakan kirim saya 100 peti mati, maka 99 akan saya kirimkan untuk koruptor. Suka tidak suka Cina kini menjadi salah satu aktor utama dalam pola interaksi antara negara di dunia.

Kehadiran PM Cina Wen Jiaboa ke Jakarta menjadi titik penting hubungan kedua negara. Satu hal yang pasti hubungan ini haruslah saling menguntungkan bukan seperti saat ini, dimana hubungan dagang Indonesia-Cina terus mengalami defisit. Tetapi dilain pihak reformasi di China sudah berhasil meski minus reformasi politik. Kita sudah melakukan reformasi politik tapi masih tertatih-tatih di refromasi lainnya. Tak ada salahnya belajar dari negeri yang pernah dijuluki tirai bambu ini.

Raymond Kaya, Produser Senior Liputan 6 SCTV

Sumber:
http://berita.liputan6.com/producer/201104/331916/cina_yang_mengesankan

%d bloggers like this: