Home » Terkait pencopotan Ketua Majelis Pekerja Sinode Pendeta Gereja Bethany Indonesia digugat anaknya sendiri

Terkait pencopotan Ketua Majelis Pekerja Sinode Pendeta Gereja Bethany Indonesia digugat anaknya sendiri

Terkait pencopotan Ketua Majelis Pekerja Sinode
Pendeta Gereja Bethany Indonesia digugat anaknya sendiri
Editor: Andiono Hernawan
Selasa, 07 Oktober 2014 21:26 WIB

LENSAINDONESIA.COM: Sengketa gugatan di tubuh internal Gereja Bethany Indonesia antara pendiri, Pdt Leonard Limato, dengan Ketua Majelis Pekerja Sinode (MPS) Pdt Abraham Alex Tanuseputra beberapa tahun lalu berujung damai. Namun, perseteruan kembali terjadi. Kali ini, Pdt David Aswin Tanuseputra yang menggugat.

Pdt David Aswin Tanuseputra melayangkan gugatan ke PN Surabaya karena dicabut pengangkatannya sebagai Ketua MPS masa pelayanan 2012-2016. Yang digugat adalah para pimpinan Gereja Bethany Indonesia, diantaranya Abraham Alex Tanuseputra (tergugat I), ayahnya sendiri. Sidang gugatan perkara ini disidangkan di PN Surabaya, kemarin.

Baca juga: Polda Jatim gelar rekonstruksi sengketa Gereja Bethany dan Ribuan Jemaat Bethany menerangi ruangan dengan candle light service

Richard Handiwiyanto, kuasa hukum para tergugat, menjelaskan Gereja Bethany Indonesia didirikan pada tahun 2002 dengan pendiri diantaranya Pdt Leonard Limato. Tahun 2003, Sidang Raya I digelar dan menetapkan Pdt Abraham Alex Tanuseputra sebagai Ketua MPS. “Dia menjabat dari tahun 2003 sampai 2007,” ujarnya usai sidang.

Setelah masa jabatan habis, seteru terjadi. Alex Tanuseputra tidak mau turun dari posisinya sebagai Ketua MPS dan tidak menyelenggarakan Sidang Raya Sinode II. Dia bahkan membuat Akta perubahan AD/ART Gereja Bethany Indonesia. Di lampiran 7 akta tersebut, mekanisme pemilihan Ketua MPS diubah dari melalui Sidang Raya Sinode menjadi melalui keputusan Ketua Dewan Rosuli.

Berdasarkan itu, Alex Tanuseputra kemudian memposisikan dirinya sebagai pendiri Gereja Bethany Indonesia dan menunjuk anaknya, Pdt David Aswin Tanuseputra, sebagai Ketua MPS. Tahun 2011, pendiri awal, Leonard Limato kemudian menggugat Alex. Berjalan hingga tingkat kasasi, perkara ini akhirnya berujung damai 2013 lalu. Keputusan dan akta perubahan AD/ART yang dibuat Alex Tanuseputra dibatalkan pengadilan demi hukum.

Berdasarkan putusan pengadilan dan akta notaris Wahyudi Sunanto, Alex Tanuseputra kemudian mengeluarkan surat pencabutan pengangkatan Pdt David Aswin Tanuseputra sebagai Ketua MPS, 1 April 2014 lalu. “Aswin tidak terima lalu menggugat Alex Rp 51 miliar,” katanya.

Nah dalam sidang kemarin, pihaknya menggugat balik (rekovensi) Aswin karena dinilai melawan hukum. Aswin juga diminta membayar ganti rugi Rp 51.000.001.000 (lima puluh satu miliar seribu rupiah) material dan immaterial. “Karena tanpa dibuat surat pencabutan semestinya pengangkatan Aswin sebagai Ketua MPS gugur dengan sendirinya, setelah putusan damai,” tandasnya. *

Sumber:

http://www.lensaindonesia.com/2014/10/07/pendeta-gereja-bethany-indonesia-digugat-anaknya-sendiri.html

%d bloggers like this: